Rabu, 22 Desember 2010

Makalah Kepariwisataan "PETRA JEWELRY"

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Menikmati waktu luang adalah hak dasar manusia. Begitu banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan di waktu luang bersama dengan teman maupun keluarga. ketika pekerjaan begitu menyita banyak waktu tentu akan menambah tingkat stress dan waktu luang sangat diperlukan dalam menetralkan banyaknya beban pikiran untuk kembali bekerja. Berinteraksi atau hanya sekedar berkumpul dengan keluarga maupun teman sangat membantu menyegarkan pikiran dari segala tuntutan pekerjaan.
Sebagian orang terkadang ingin menghabiskan waktu luang di tempat-tempat yang nyaman dan indah, seperti di objek wisata. Banyak sekali tempat wisata yang bisa di kunjungi entah berupa wisata alam di pantai atau air terjun, wisata kuliner seperti Galabo di kota solo yang menyediakan begitu banyak kuliner daerah, bisa juga wisata kerajinan tangan seperti wisata membuat Gerabah di daerah Plered, saung Ujo di Bandung yang mengajari para wisatawan belajar angklung dan membuat angklung.
Melihat dari hal yang disebutkan diatas, saya sangat tertarik dengan wisata kerajinan tangan (Kriya) karena tak hanya menghabiskan waktu luang dengan bersenang-senang namun bisa mempelajari dan membuat sesuatu yang baru. Selain menambah pengalaman, wisata kerajinan tangan juga terdapat nilai edukasi yang sangat bermanfaat dan bisa digunakan untuk kedepannya. Maka dari itu sya mengambil judul wisata kerajinan tangan. Dalam memperoleh data saya mengobservasi tempat kerajinan tangan tepatnya kerajinan tangan yang berupa aksesoris yaitu “PETRA JEWELRY” yang bertempat di Jl. Margonda Raya.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah petra jewelry?
2. Apa visi dan misi petra jewelry?
3. Bagaimana konsep petra jewelry?
4. Apa saja produk-produk dari petra jewelry?
5. Bagaimana promosi petra jewelry?
6. Apa kelebihan petra jewelry sebagai wisata kerajinan tangan?
7. Apa kekurangan petra jewelry sebagai wisata kerajinan tangan?
8. Bagaimana solusi untuk mengembangkan wisata kerajinan petra sebagai wisata kerajinan tangan?

1.3 Tujuan Penelitian
Mempelajari manfaat dari wisata kerajinan tangan, meneliti kendala pemasaran dalam memperkenalkan dan mengembangkan wisata kerajinan tangan, mencoba memberi alternative dalam mengatasi kendala yang ada dalam mengembangkan wisata kerajinan tangan

1.4 Metode Penelitian
Dalam mecari data untuk makalah ini saya menggunakan 3 metode yaitu
1. Metode observasi, pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.
2. Metode wawancara, melakukan wawancara dengan cara tatap muka secara langsung dengan pemilik dari tempat wisata
Metode literature, mencari tambahan informasi melalui buku dan artikel yang berhubungan dengan masalah.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah petra jewelry
Petra jewelry merupakan bisnis keluarga yang dirintis di daerah Jogjakarta. Awalnya ‘Petra Jewelry’ hanya bergerak dibidang aksesoris khusus untuk wanita. Namun ‘Petra Jewelry’ semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan aksesoris sebagai penunjang penampilan. Tidak hanya wanita, pria dan anak-anak pun tak mau kalah dalam membuat penampilannya menjadi lebih menarik. Kini Petra Jewelry tak hanya menyediakan aksesoris untuk wanita saja namun mulai merambah dengan menyediakan aksesoris lainnya seperti aksesoris untuk pria, anak-anak dan aksesoris interior sebagai penghias rumah. Melihat dari berkembangnya permintaan masyarakat akan aksesoris maka ‘Petra Jewelry’ mulai menegmbangkan bisnisnya kebeberapa kota. ‘Petra Jewelry’ kini hadir di kota Depok. Konsep dari ‘Petra Jewelry’ sendiri sudah dipersiapkan sejak Juli 2009 dan mulai beroperasi pada tanggal 7 Januari 2010. Pertimbangan ‘Petra Jewelry’ membuka cabang yang berlokasi didaerah Depok karena melihat lokasi yang strategis dan dekat dengan banyak universitas. Bisa dikatakan kalangan remaja (mahasiswa) adalah target pemasaran dari ‘Petra Jewelry’.

2.2 Visi misi petra jewelry
• Visi

-The art of inovasion
-One stop shopping

• Misi
-Menghadirkan tempat berbelanja aksesoris yang lengkap sekaligus menjadi wisata yang menghibur dan bernilai edukatif
-Selalu memberikan pelayanan terbaik dengan menyediakan segala bahan dan perlengkapan penungjang yang berkaitan dengan aksesoris demi kepuasan pelanggang

2.3 Konsep petra jewelry
Petra jewelry mempunyai konsep unik dalam menunjang visi sebagai The Art of Inovasion yaitu dengan memberikan kursus-kursus bagi para pengunjung. Ada 2 jenis kursus yang diselenggarakan oleh petra, yaitu

1. Kursus gratis
Kursus gratis ini meliputi kursus membuat kalung, anting dan bross. Dalam program Free Course ini pengunjung diajarkan teknik dasar merangkai asesoris berupa Kalung dan Anting; kursus ini dibagi dalam dua kategori yaitu untuk tingkat Dewasa dan tingkat Anak-anak.
Waktu :
• Kamis Pukul 16.00 WIB
• Jumat Pukul 16.00 WIB
• Sabtu Pukul 13.00 WIB
• Minggu Siang Pukul 13.00 WIB
• Minggu Sore Pukul 16.00 WIB
Fasilitas
• Bahan 100% Gratis
• Peralatan Dipinjamkan
• Hasil Karya dapat di bawa pulang

2. Kursus non Gratis
Kursus non gratis dibagi menjadi 2 kelas kursus yaitu
• Intermediate Course:
Waktu: bisa kapan saja
Fasilitas: Peralatan dipinjamkan
Intermediate Course I : Rp.7500 / jam (di luar bahan)
- Bros senar
- Gelang senar jalan dua atau lebih
- Gelang motte
- Aneka hiasan Acrylic

Intermediate Course II : Rp. 15.000/jam (di luar bahan)
- Bros kawat
- Coker
- Bonsai
- Gelang/ kalung Swarovski

• Advance Course
Waktu: bisa kapan saja
Fasilitas: alat dipinjamkan
Advance Course I : Rp.75000 / jam ( biaya sudah termasuk bahan)
• #Wire Working:
- Membuat ring, spiral, clasp.
- Teknik Coiling (melilit kawat)
- Teknik Herringbone (model duri ikan)
- Teknik Crochething (merajut kawat)
- Teknik Menganyam Kawat
- Teknik Memilin Kawat
(membuat aneka perhiasan dari wire (kawat) seperti kalung, gelang, bangle, cincin, anting dll.)
Advance Course II : Rp.75000 / jam ( biaya sudah termasuk bahan)
• # Merajut
Advance Course I : Rp.75000 / jam ( biaya sudah termasuk bahan)
• # Sulam Payet (Pada Clutch dan Jilbab)

2.4 Produk-produk petra jewelry
Produk yang ada di petra jewelry ini sangat beragam untuk membuat display produk menjadi lebih menarik, petra membuat pojok-pojok display yang dikelompokan sesuai dengan jenis aksesori
• Pojok Textile
Berisis semua bahan-bahan untuk membuat aksesoris seperti mutiara air tawar, mutiara sintetis, batu alam, manik kayu, manic kuningan, rantai, pita, renda, rit, peralatan menjahit, merajut, sulam, kain-kain sintetis, keramik kaca, Swarovski,
• Pojok ethnic
Banyak barang-barang etnik yang dipajang namun pojok ini didomonasi oleh karya-karya dari jojgakarta
• Women stuff
Tersedia Perhiasan seperti kalung mutiara, kalung dengan manik-manik, anting,
Gelang, Cincin. Tersedia juga Dress, Clutch,Topi, bross, Sepatu, Kerudung, Belt, Scarft, Bando.
• Mens stuff
gelang, kalung, jam, Sarung tangan, tas, ransel, belt, kaca mata, hingga korek gas yg lucu dan unik

2.5 Promosi petra jewelry
Dalam berpromosi petra menggunakan media massa berupa media visual dan audio visual.
• Media visual, petra membuat iklan di Koran, majalah, internet dan selembaran.
• Media audio-visual, petra bekerja sama pengan media pertelevisian dengan menjadi sponsor.
Petra juga sering mengikuti pameran-pameran kesenian untuk memperkenalkan dan mengembangkan bisnisnya.

2.6 Kelebihan petra jewelry sebagai wisata kerajinan tangan
Petra jewelry sebagai salah satu wisata kerajinan tangan yang memiliki banyak kelebihan. Jika melihat dari visi ‘The Art of Inovasion’ , Petra Jewelry mengajak masyarakat khususnya kalangan remaja agar lebih berinovasi dalam menciptakan kerajinan tangan. Hal ini diwujudkan dengan mengadakan program-program kursus, baik berupa kursus gratis maupun kursus non gratis. Petra mampu mewujudkan sebuah wisata kerajinan tangan yang tak hanya menyediakan tempat berbelanja yang nyaman dan menghibur namun juga bernilai edukasi dan mengajarkan kepada pengunjung untuk tidak konsumtif, melalui program kursus gratis.

2.7 Kekurangan petra jewelry sebagai wisata kerajinan tangan
Dalam perjalanan mengembangkan bisnis aksesoris ini, ‘Petra Jewelry’ masih memiliki kekurangan, diantaranya:

1. Kendala dalam mendapatkan bahan baku yang berkualitas sesuai dengan permintaaan dari pelanggang terkadang agak sulit. Hal ini disebabkan karena pasokan bahan baku aksesoris dari pengrajin tidak mencukupi bila harus memesan bahan yang sama maka diperlukan waktu yang cukup lama untuk membuat kembali bahan tersebut sedangkan pelanggan ingin dengan segera mendapatkan bahan tersebut.

2. Terkadang ada bahan baku aksesoris yang dibuat dalam jumlah yang terbatas, karena pengrajin membuat model bahan baku yang lain agar lebih variatif. Namun terkadang design bahan baku baru dari pengrajin tidak sesuai dengan minat pelanggang.

3. Bahan baku yang tersedia sebagian ada yang rusak dan tak layak untuk digunakan sehingga tidak bisa digunakan dalam membuat aksesoris.


2.8 Solusi untuk permasalahan di petra jewelry
Bahan merupakan salah satu hal terpenting dan menjadi kendala serius yang dihadapi oleh Perta jewelry. Maka ‘Petra Jewelry’ harus memperhatikan masalah ini dengan serius. Untuk mengatasi hal ini petra jewelry harus menyediakan bahan baku pengganti yang lebih menarik dari bahan baku sebelumnya dan menawarkan design-design aksesoris baru yang lebih kreatif dan menarik agar pelanggan lebih tertarik dan mau menggunakan bahan pengganti yang baru. Sehingga pelanggan tidak kecewa karena bahan baku yang diinginkan telah habis.
Petra Jewelry juga harus mengantisipasi akan adanya bahan baku yang rusak/cacat dengan menentukan standar kualitas pembuatan bahan baku kepada pengrajin. Karena ketika dilakukan sortir kualitas oleh pengelola, masih terdapat bahan baku yang cacat/rusak. Sehingga tidak ada bahan baku cacat/ rusak yang sampai ke tangan pelanggan yang membuat pelanggan kecewa dan merasa enggan untuk berbelanja kembali di ‘Petra Jewelry’.



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Petra jewelry merupakan salah satu tempat berbelanja yang bisa dikembangkan menjadi sebuah tempat wisata yang cukup menjanjikan. Dengan visi dan misi yang dimiliki oleh petra jewelry menjadikan sebuah alternative dalam kepariwisataan. Dengan konsep yang unik menjadikan petra jewelry berbeda dengan objek wisata lainnya. Tak hanya menghabiskan waktu dengan hiburan-hiburan namun bisa mengisi waktu dengan kegiatan yang beredukasi dan tentu menyenagkan membuat karya sendiri.
Daya tarik petra jewelry sebagai salah satu objek wisata kerajinan tangan tentu sangat membutuhkan banyak kreatifitas dalam membuat aksesoris dari para trainer. Bila para trainer sudah terlatih, maka mereka mampu mengajarkan dengan baik segala macam kerajinan tangan dan hal ini bisa menjadi nilai tambah untuk mempromosikan petra jewelry kepada masyarakat. Pemerintah harus mendukung dan turut serta mengembangkan wisata kerajinan tangan ini karena akan sangat baik bila bisa berkembang selain menjadi salah satu pemasukan bagi pemda juga bisa membangun mental anak muda untuk lebih berinovasi dan berpikir kreatif dan tidak menjadi remaja yang konsumtif.


3.2 Saran- Saran
1. Petra Jewelry harus lebih meningkatkan kualitas bahan baku pembuatan aksesoris dengan meningkatkan standar kualitas pembuatan bahan baku.
2. Petra Jewelry harus lebih memperlengkap koleksi bahan baku agar semakin banyak menarik minat pelanggan karena bahan baku yang tersedia di ‘Petra Jewelry’ sudah lengkap dan variatif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar